Rabu, 09 November 2011

SEKOLAH PADANG GURUN

Sebagai orang percaya, kita jangan berharap melewati hidup dengan keadaan nyaman. Sebab bukan itu yang dikehendaki oleh Allah. Apakah Allah kejam ? Tidak !! Allah hanya mengingini anak-anak yang tangguh, bukan anak-anak cengeng dan manja danAllah mengingini anak-anak yang setia. Oleh sebab itu Allah mengijinkan kita belajar lewat PADANG GURUN kehidupan ini. Seperti kita ketahui bahwa suasana padang gurun sangat panas terik dan gersang. Kita akan merasa sendirian seperti ditinggalkan, seperti sedang dihukum, seperti terjebak pada satu situasi yang tiada pernah berakhir.
Suasana sekolah padang gurun ini memang sangat tidak mengenakkan. Tetapi mari kita mengubah pola pikir, di sekolah padang gurun ini kita mengalami :

1. Ujian Hati. Tuhan melihat hati kita. Ia ingin kita memiliki hati yang murni dan tulus di hadapan-NYA. 
2. Pemurnian. Agar kepribadian kita tampil seperti emas yang berkwalitas,berkilau dan tahan uji. Walau pun sakit dan tidak mengenakkan kita harus rela mengalami pemurnian.
3. Memiliki pola pikir yang baru. Punya mental baru. Bukan mental dan pola pikir seorang budak, yang kerjanya harus diperintah dahulu baru jalan. Kita harus punya inisiatif kerja. Sehingga kita akan memperoleh kemenangan.
Pola pikir yang baru adalah pola pikir yang luas, tidak picik. Mengikuti pola pikir Allah.
4. Sekolah padang gurun adalah masa persiapan untuk mengemban tugas dan tanggung jawab yang lebih besar. Kita harus siap dikosongkan untuk menerima perubahan dalam hidup kita. Tuhan ingin memperbesar kapasitas kita sebagai orang percaya.

BAGAIMANA KITA MENYIKAPI SEKOLAH PADANG GURUN INI ?
1. Tetap melangkah ke depan, meskipun kita tidak mengerti.
2. Jangan menyimpang.
3. Hidup berbuah/menjadi berkat bagi orang lain. Harus terlihat buah pertobatan dan buah roh.
4. Tetap memiliki kwalitas hidup seperti emas, semakin dibakar akan semakin murni.

Jangan menolak SEKOLAH PADANG GURUN dari Tuhan. Semua untuk kebaikan kita. Tuhan sedang mempersiapkan mempelai yang berkwalitas. (ml)

TUHAN MEMBERKATI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar