Rabu, 09 November 2011

NARSIS/NARSISME

Narsis/ narsisme dari kata Narcissus (Yunani: ναρκισσος - NARKISSOS) mitologi Yunani. Alkisah ksatria Narcissus ini parasnya elok bukan main dan memuja dirinya sendiri dan banyak menolak cinta kejam dengan para wanita yang mencintainya.
Sampai suatu saat dia menolak cinta Echo, yang menyebabkan Echo patah hati, dan Narcissus dikutuk sehingga jatuh cinta pada bayangannya sendiri di air kolam .Tanpa sengaja ia menjulurkan tangannya, sehingga ia tenggelam dan tumbuh bunga yang sampai sekarang disebut bunga narsis.

Narsis" sifat seseorang yang sangat senang mengagumi/melebih-lebihkan dirinya sendiri. Narsisme adalah salah satu bentuk kesombongan manusia. Istilah "Narsisme" (dengan mengambil kisah Narcissus) pertama kali digunakan dalam psikologi oleh Sigmund Freud (6 Mei 1856 - 23 Sept 1939) seorang psikiater Austria.

Ciri-ciri Nasisis:

- Merasa dirinya penting/hebat, misalnya menggembar gemborkan prestasi dan kelebihannya. Ingin selalu dianggap hebat .

- Memimpikan sukses, power, kepintaran, kecantikan/kegantengan atau hal-hal yang terlalu ideal secara berlebihan.

- Merasa dirinya spesial dan unik dan cuma bisa dimengerti atau dihubungkan dengan orang2 atau institusi lain yang sama spesialnya atau sama pentingnya.

- Ingin dikagumi secara berlebihan

- Merasa punya hak utk dapat perlakukan spesial atau hak-hak spesial lainnya seperti yang diinginkannya.

- Suka memanfaatkan orang lain demi kepentingan pribadi.

- Kurang berempati ke orang lain atau tidak perduli dengan perasaan, kebutuhan atau pendapat orang lain.

- Sering sirik terhadap orang lain atau merasa orang sirik kepadanya.

- Bersikap arogan atau sok.

- Cemburuan dan posesif.

- Selalu butuh untuk dibuat merasa spesial, dikagumi, dicintai, dihargai.

- Marah jika permintaan atau keinginannya tidak dituruti.

- Suka mengatur orang lain untuk bertindak.

- Rasa percaya diri berlebihan sehingga suka bragging atau memancing orang lain untuk memberi pujian.

- Dramatis/sensi, sikap-sikap yang insecure.

- Menuntut orang lain untuk membuat dia senang (dengan dirinya sendiri).

- Menyalahkan orang lain walaupun karena perbuatannya sendiri.

- Tidak merasa bersalah jika sedang marah/ngamuk ke orang lain secara tidak jelas.

- Bersikap bahwa dirinyalah (atau masalahnyalah ) yang paling penting dan pendapat/keinginan/perasaannyalah yang nomor 1.

- Tidak mau introspeksi diri;

untuk menghalau "virus narsis"

* Amsal 27:2
Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kau kenal dan bukan bibirmu sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar