Rabu, 09 November 2011

BUAH BUSUK

Pernahkah anda memperhatikan bahwa dalam satu keluarga ada satu anak yang masa depannya terlihat suram? Seeorang menggambarkan keadaan anak ini dengan kalimat, “Dari satu pohon pasti ada satu buahnya yang busuk!” Benarkah pandangan ini menurut iman Kristen?

Grant adalah anak ke 4 dari 5 bersaudara, dalam keluarga yang takut akan Tuhan. Waktu duduk di bangku SD, ia memperlihatkan jiwa kepemimpinan hingga beberapa tahun diangkat menjadi ketua kelas. Namun saat beranjak remaja ia memperlihatkan tingkah laku yang tak terkontrol. Grant tumbuh menjadi anak pemberontak, ia berulangkali memukul orang hingga terluka. Kenakalannya membuat orang tuanya pusing, apalagi ia harus berpindah-pindah sekolah. Pada akhirnya Grant tidak menyelesaikan pendidikannya di SMU. Grant menjadi pecandu narkoba, hidup tidak kudus dan di buru pihak yang berwajib. Saking kesal, ayah Grant mengkatagorikan dia sebagai “buah busuk” dalam keluarga mereka. Namun demikian, keluarga Grant tidak pernah menyerah pada kenakalannya yang tak kunjungi berhenti. Mereka terus bergumul di dalam doa dan puasa. Bila ada kesempatan, mereka berupaya mengajak Grant mengikuti ibadah-ibadah KKR. Usaha yang dilakukan selama belasan tahun itu seolah tak menghasilakn buah, ketika ayahnya meninggal dunia Grant tak dapat menghadiri acara pemakaman karena masih diinti pihak yang berwajib. Di masa seperti itu kehancuran yang tersimpan jauh di lubuk hati Grant meluap, ia menangis menyesali segala perbuatannya. Namun Tuhan tidak pernah berdusta, saat orang percaya terus berseru, maka Dia akan bertindak (Lukas 18:18).

Pada saat yang tidak terduga, Grant berkenalan dengan wanita yang takut akan Tuhan dan mereka menikah. Belahan jiwa yang Tuhan sediakan bagi Grant merupakan jawaban doa hari keluarganya. Istrinya membawa Grant dekat dengan Tuhan. Setelah menikah kehidupan Grant mulai menunjukan buah yang manis. Orang yang melihat perubahan hidup Grant mengagumi kebesaran Tuhan dan Iman keluaganya. Sungguh Tuhan membela orang benar. Grant bukan “buah busuk” karena Tuhan tidak pernah merancang seseorang menjadi buah busuk.

Siapa pun Kita, yang oleh dunia atau orang tua di beri label sebagai “buah busuk” atau tak punya masa depan, pahamilah bahwa vonis itu sama sekali tidak benar! Sejak semula Tuhan merancangkan masa depan yang indah dan penuh harapan bagi Kita. Karena Kita diciptakanNya secara dasyat dan ajaib (Mazmur 139:14). Hampiri Tuhan dengan kesungguhan dan tanyakan tujuan itu. Jangan biarkan Iblis terus menipu dan mengintimidasi Kita dengan vonis bahwa Kita adalah “buah busuk” di dalam keluarga, ketahuilah bahwa itu adalah siasat liciknya. Percayalah Kita bahwa jika Kita mencari Tuhan dengan sungguh hati, amaka pada tahun ini Dia akan mengubah Kita menjadi buah yang manis?


sumber: www.hati yang busuk .com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar