Senin, 28 November 2011

nasib masyarakat kelas bawah

Blog EntriSep 5, '05 10:27 PM
untuk semuanya
Malam tadi saya berencana mengunjungi  teman yang sedang dirawat di rumah sakit, sesampai di Rumah sakit saya melewati ruangan ICU (gawat darurat), tiba-tiba saya dikejutkan dengan suara srine ambulance, kemudian  melihat apa yang terjadi, dua orang petugas terburu-buru  membuka pintu belakang mobil dan mengangkat seorang anak muda yang sedang berada diatas tandu, terlihat anak muda tersebut berlumuran darah dan kondisinya sangatlah parah, saya berfikir mungkin anak muda ini adalah korban kecelakaan, karena rasa penasaran, saya ikut masuk bersama petugas yang mendorong kereta korban tadi.

Sampai didalam saya melihat pemuda tadi dimasukkan kedalam ruangan ICU, tak lama kemudian datang seorang dokter dan 2 orang perawat, dokter tersebut keluar ruangan sementara 2 orang perawat tadi membersihkan luka dan darah korban, "Siapa keluarga dari pemuda ini" tak seorang pun yang menjawab pertanyaan dokter itu, saya jadi bingung padahal 4 pemuda di depan saya yang mengantarkan pemuda tersebut, kemudian saya mendekati salah satu dari mereka "mengapa kalian tidak menjawab pertanyaan dokter tadi, bukankah kalian yang mengantarkan pemuda tadi kesini" kami hanya temannya om jawab salah satu dari mereka, kemudian saya mendatangi dokter tersebut dan memberitahu bahwa 4 orang pemuda tadi yang membawa korban kesini, dokter itu pun berkata "siapa yang akan melapor dan mengurus administrasi pemuda ini" saya heran melihat dokter dan pihak rumah sakit ini mengapa ada korban kecelakaan yang
membutuhkan pertolongan dengan segera bukannya cepat ditangani malah bertanya siapa yang akan mengurus biaya administrasinya.
Tak lama kemudian datanglah seorang laki-laki dan seorang wanita "bagaimana anak kami dok, apakah dia baik-baik saja ?" anda orang tua anak ini ?, ya.. kami orang tuanya, "silahkan anda  ke bagian administrasi untuk mengurus laporan dan biayanya"  kata dokter itu, kemudian dokter itu baru menangani korban kecelakaan tadi bersama 2 orang perawat yang sudah membersihkan luka dan darah korban tersebut, saya ikut menunggu di depan ruangan ICU tersebut, niat ingin menjenguk teman sakit jadi lupa, biar sajalah kan masih ada hari esok, ada yang lebih penting sekarang pikir batinku, dikarenakan rasa penasaran tadi, kami tak bisa melihat apa yang dikerjakan dokter dan perawat didalam karena kaca dan gorden ruangan tersebut ditutup. Tak lama kemudian pintu pun terbuka dan keluar seorang perawat tadi "maaf bu anak ibu tidak bisa kami selamatkan, kondisinya terlalu parah, dia banyak kehilangan darah" kontan saja ibu itu menangis histeris, berlari memasuki ruangan tersebut dan kemudian memeluk anaknya yang telah tiada, teryata dokter tadi sudah tak ada di ruangan tersebut, kemana dia... ? pikirku.
Karena tak tahan melihat orang menangis saya akhirnya keluar dan kemudian pamit kepada Bapak anak itu "pak, sabar dan tabah ya, saya turut berduka atas kejadian ini, semoga arwah anak bapak diterima disisiNya" Bapak tersebut hanya mengangguk pelan, ia tak bisa mengucapkan sepatah kata, matanya memerah dan berkaca kaca. Saya pergi meninggalkan rumah sakit tersebut, melihat kejadian tersebut saya teringat dengan nasib tetangga dekat rumah, bayinya yang berusia 5 bulan ditinggalkan di rumah sakit selama dua minggu, karena mereka tak memiliki uang untuk membayar biaya perawatan.
Kejadian anak muda dan orang tua bayi diatas adalah contoh betapa mahalnya pelayanan bagi orang-orang yang kurang mampu, rumah sakit tempat orang menggantungkan nyawanya pun tidak ramah terhadap kaum miskin, padahal kita ketahui seharusnya rumah sakit mendahulukan penyelamatan nyawa daripada uang .
Negara menganjurkan tentang kepedulian sesama tanpa harus memberi dengan uang, tetapi kenyataan dalam masyarakat kita, yang namanya kepedulian telah MATI hampir tidak ada lagi hubungan sosial yang tidak diukur dengan materi.


"cerita ini hanyalah fiksi & karangan saja, kalau ada nama atau kejadian yg sama itu hanya sebuah kebetulan belaka"

Samarinda, 05-09-2005, journal pertama yang dibuat bersama istri :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar